Monday, 21 January 2013

KISAH ASHABUL UKHDUD

Kisah ini sangat penting untuk dijadikan rujukan dan ikutan kepada pemuda-pemudi Islam zaman ini kerana ia mengisahkan seorang pemuda yang berani kerana Allah s.w.t. Sehingga ditaruhkan nyawa sekalipun. Ilmu yang benar akan memimpin kita kepada Allah s.w.t. Ini lah yang di ajarkan oleh pendeta (ahli Ibadat) sedangkan ilmu yang diajarkan oleh ahli sihir istana adalah bathil semata-mata.  Tawakkal dan berserahnya pemuda itu kepada Allah s.w.t menyebabkan bukan sahaja dia seorang, malah keseluruhan rakyat mendapat hidayah dan beriman kepada Allah s.w.t. . Kita dapat mengikuti kisah pemuda ini tertera dalam Surah Al-Buruj dan diterangkan dengan jelas oleh Nabi kita Muhammad s.a.w dalm hadith baginda seperti berikut ;  Shuhaib bin Simaan Arrmmi ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Di masa dahulu ada seorang raja (Yahudi) yang mempunyai seorang yang ahli sihir, kemudian ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja: "Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karena itu anda kirim kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan kepadanya ilmu sihir"

Maka raja berusaha mendapat seorang pemuda untuk mempelajari ilmu sihir itu, sedang di tengah jalan antara tempat ahli sihir dengan rumah pemuda itu ada tempat seorang pendeta (ahli ibadah) yang mengajar agama, maka pada suatu masa pemuda itu singgah di tempat pendeta untuk mendengarkan pengajiannya, maka ia tertarik dengan ajaran pendeta itu sehingga jika ia terlambat datang kepada ahli sihir dia akan dipukul, dan bila terlambat kembali ke rumahnya juga dia dipukul, maka ia mengadu tentang kejadian itu kepada pendeta.

Maka diajar oleh pendeta jika terlambat datang kepada ahli sihir supaya berkata aku ditahan oleh ibuku, dan bila terlambat kembali ke rumah katakan: Aku ditahan oleh ahli sihir.
Maka berjalan beberapa lama kemudian itu, tiba-tiba pada suatu hari ketika ia akan (hendak) pergi, mendadak (tiba-tiba) di tengah jalan ada seekor binatang buas sehingga orang-orang (ramai) tidak berani jalan di tempat itu, maka pemuda itu berkata: "Sekarang aku akan mengetahui yang mana lebih yang lebih baik di sisi Allah apakah ajaran pendeta atau ajaran ahli sihir", lalu ia mengambil sebutir batu dan berdoa "Ya Allah jika ajaran pendita itu lebih baik di sisimu maka bunuhlah binatang itu supaya orang-orang dapat lalu lalang di tempat ini".Lalu dilemparkanlah batu itu, dan langsung terbunuh binatang itu. Dan orang ramai gembira karena telah dapat lalu lintas di jalan itu.  Maka ia langsung memberitakan kejadian itu kepada Rahib (pendita), maka berkatalah Rahib itu kepadanya : "Anda kini telah afdhat (pesan) daripadaku, dan anda akan diuji, maka jika diuji jangan sampai menyebut namaku". Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit yang berat-berat pada semua orang.  Ada seorang pembesar dalam majlis raja dan dia telah buta karena sakit mata, ketika ia mendengar berita bahwa ada seorang pemuda dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit maka ia segera pergi kepada pemuda itu sambil membawa hadiah yang banyak, sambil berkata: "sembuhkan aku, dan aku sanggup memberikan kepadamu apa saja yang anda suka".  Jawab pemuda itu: "Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang pun sedang yang menyembuhkan hanya Allah azza wajalla, jika engkau mahu beriman (percaya) kepada Allah, maka aku akan berdoa semoga Allah menyembuhkan mu".  Maka langsung dia beriman kepada Allah dan didoakan oleh pemuda dan seketika itu juga ia sembuh dengan izin Allah s.w.t.

Kemudian ia kembali ke majlis raja sebagaimana biasanya, dan ditanya oleh raja
"Hai Fulan siapakah yang menyembuhkan matamu" Jawabnya "Rabbi (Tuhanku)".
Raja bertanya: "Aku?".
Jawabnya "Bukan, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu iaitu Allah".
Ditanya oleh Raja "Apakah anda mempunyai Tuhan selain Aku?"
Jawabnya "Ya, Tuhan ku dan Tuhanmu ialah Allah".
Maka disiksa oleh raja seberat-beratnya siksa sehingga terpaksa ia memberitahu raja itu akan pemuda yang mendoakannya untuk sembuh itu.  Maka segera dipanggil pemuda itu lalu berkata "Hai anak sungguh hebat sihirmu sehingga dapat menyebuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit"  Jawab pemuda itu "Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun, hanya semata-mata Allah azza wa jalla". Raja itu pun bertanya "Adakah aku?", "Tidak" jawab permuda itu. maka tanya raja itu "Adakah engkau ada tuhan lain selain aku?" Jawab pemuda "Ya, Tuhanku dan Tuhanmu hanya Allah". Maka pemuda itu ditangkap dan disiksa seberat-beratnya sehingga terpaksa dia menunjukkan pada Rahib yang mengajarnya. Maka dipanggil Rahib dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya, tetapi Rahib tetap bertahan dan tidak mahu beralih agama, maka diletakkan gergaji di atas kepalanya dan digergaji dari atas kepalanya hingga terbelah dua badannya.  Kemudian kembali pemuda itu diperintah untuk meninggalkan agama yang dianutnya (agama Islam), tetapi pemuda ini juga menolak perintah raja, Maka raja memerintahkan supaya pergi ke puncak gunung dan di sana juga supaya ditawarkan kepadanya untuk meninggalkan agamanya dan mengikuti agama raja, jika tetap menolak supaya dilempar dari atas gunung itu, maka ketika telah sampai di atas gunung dan ditawarkan kepadanya pemuda untuk berubah agama, dan ditolak oleh pemuda itu. Kemudian pemuda itu berdoa "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta: (Ya Allah selesaikanlah urusanku dengan mereka ini dengan aku sehendak-Mu)". Tiba-tiba gunung itu bergoncang sehingga mereka berjatuhan dari atas bukit dan mati semuanya, maka segeralah pemuda itu kembali menemui raja, dan ketika ditanya: "Manakah orang-orang yang membawamu?". Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan urusan mereka".  Lalu pemuda itu diperintah untuk membawanya ke laut dan naik perahu, bila telah sampai di tengah laut ditanyakan padanya jika ia mau mengubah agama, jika tidak maka lemparkan ke dalam laut dan ketika telah sampai di tengah laut pemuda itu berdoa: "Allahumma ikfinihim bimaa syi'ta", maka tenggelamlah orang yang membawanya semuanya dan segeralah pemuda kembali menghadap raja. Dan ketika ditanya oleh raja "Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?" Jawabnya: "Allah yang menyelesaikan mereka". Kemudian pemuda itu berkata kepada raja "Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku" Raja bertanya: "Apakah perintahmu?" Jawab pemuda: "Kau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu anda ambil anak panah milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaarn (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian anda lepaskan anak panah itu, maka dengan itu anda dapat membunuhku". Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadir berkata: "Aamannaa birrabil ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)".  Sesudah itu ada orang memberitahu kepada raja bahwa semua rakyat telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu, maka bagaimanakah usaha untuk menghadapi rakyat yang banyak ini. Maka raja memerintah supaya di setiap jalan digali parit dan dinyalakan api, dan tiap orang yang berjalan di sana, dan ditanya lentang agamanya, jika ia telap setia pada kami biarkan, tetapi jika ia tetap percaya kepada Allah masukkanlah ia ke dalam parit api itu.  Maka adanya orang berjejal-jejal (berbaris-baris) dorong mendorong yang masuk di dalam parit api itu, sehingga tiba seorang wanita yang menggandong(membawa) bayinya yang masih menyusu, ketika bayinya diangkat oleh pengikut-pengikut raja untuk dimasukkan kedalam parit berapi itu, wanita itu hampir menurut mereka berganti agama karena sangat belas kasihan pada anaknya yang masih kecil itu, tiba-tiba anak bayi itu berbicara dengan suara lantang: "Sabarlah hai ibuku karena kau sedang mempertahankan yang hak.
(H.R. Ahmad, Muslim dan Annasa'i)  Berkata Ibnu Abbas kisah ini berlaku 70 tahun sebelum Nabi saw.  Semoga pemuda-pemudi Islam kita akan mengambil iktibar dan pedoman dari kisah yang hebat ini.

salinan/adaptasi dari: http://islamic-world.net/youth/ashabul_ukhdud.htm

Friday, 18 January 2013

Semangat Baru 2013


Cabaran dan Debaran Tahun 2013
Oleh:
Elmi Bin Baharuddin
Pensyarah Pengajian Islam
KPTM Bangi.
Tahun 2013 adalah tahun yang penuh cabaran bagi warga KPTM Bangi khususnya. Semua kakitangan KPTM Bangi sama ada pihak pengurusan dan para pensyarah dilihat semakin bertenaga dan berusaha secara sistematik dalam proses melahirkan modal insan kelas pertama dalam dunia pendidikan.
Bagi kakitangan yang bukan akademik mereka perlu memberi perkhidmatan terbaik sama ada kepada staf mahupun para pelajar dengan tutur kata yang terbaik dan budi bahasa cemerlang. Begitu juga bagi para pensyarah bukan sahaja mereka perlu mengajar secara ritual harian, malah turut terlibat dalam bidang penyelidikan, penerbitan, khidmat masyarakat, pengurusan dan pengajaran.  
Maka lahirlah apa yang dipanggil jurnal, buku, makalah ilmiah, mentee cemerlang, pengurusan yang efisien yang berteraskan kepada Khalifah Umar Abdul Aziz dan insan cemerlang di dunia dan di akhirat. Insan cemerlang yang mestilah sentiasa patuh dan taat kepada Allah (s.w.t.) dan cintakan Rasul-Nya (s.a.w.) dalam setiap ruang lingkup waktu. Bahkan hati, urat nadi dan denyutan nafas sentiasa berzikir dan berfikir tentang kebesaran Allah (s.w.t.) dalam mendidik, membimbing, mengurus orang bawahan dan para pelajarnya.
Namun di sana perlu diingatkan kepada semua kakitangan KPTM Bangi agar sentiasa cermat dan prihatin dengan bidang tugas yang telah ditetapkan. Perkhidmatan yang dihulurkan, pengajaran yang disampaikan dan pengurusan yang diamanahkan hendaklah berpaksikan kepada SOP (standard operation procedure) yang dilakukan. Sebagai muslim, SOP yang pertama dalam dalam pengurusan, pengajaran dan penyelidikan adalah dilakukan semata-mata kerana Allah (s.w.t.).
Maka tidak timbul terdapat para pensyarah yang tidak melaksanakan tugas dan pengurusan yang bias dalam kepimpinan mereka. Hal ini kerana tugas yang dilakukan adalah amanah dan ibadah. Amanah dan ibadah akan ditanya, disoal dan dihitung di akhirat kelak. Bagi yang melaksanakan amanah dan ibadah dengan cemerlang pasti mendapat balasan syurga dan sebaliknya. Maka untuk tujuan itu, cabaran dan debaran ini mestilah dilakukan kerana mengharapkan keredhaan Allah (s.w.t.) dan tuntutan hidup beragama.
  
telah diterbitkan dalam BULETIN WARNA KPTM BANGI...

Wednesday, 5 December 2012

Muhammad al-Fateh

     Oleh: Faridzul
Sabtu, 03 Julai 2010 09:49
 

Sabda Rasulullah S.A.W. ketika menggali Parit Khandaq; “..Constantinople (kini Istanbul)
 akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja,
tenteranya adalah sebaik-baik tentera……” (Hadis riwayat Imam Ahmad)
Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Constantinople untuk mendapatkan
penghormatan yang dijanjikan oleh Allah swt di dalam Hadis tersebut.
Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan.
Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman
Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Uthmaniyah.
Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar
Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al Ansary R.A. telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding
kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin
dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan
tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa
mereka membebaskan Constantinople”. Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi saw.
Hadis Nabi saw ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad
Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Uthmaniyyah dan 150,000 orang tenteranya.
Siapakah Sultan Muhammad Al Fatih? Apakah kehebatan Baginda dan tentera-tenteranya
sehingga disebut “sebaik-baik raja” dan “sebaik-baik tentera” di dalam hadis tersebut.
PENGENALAN
Baginda dilahirkan pada 26 Rejab 835 Hijriah (29 Mac 1432 ) di Adrianapolis
(sempadan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya
telah bermula hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai
“sebaik-baik raja” di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenali dengan gelaran
Muhammad Al Fatih kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.
Baginda menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun
(855 – 886H / 451 – 1481M). Baginda merupakan seorang negarawan ulung dan
panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 kempen peperangan. Baginda
mangkat pada hari Khamis, 4 Rabiul Awal 886 bersamaan dengan 3 Mei 1481
 kerana sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat Baginda diracun.
PENDIDIKAN
Baginda menerima pendidikan yang menyeluruh dan bersepadu. Di dalam bidang
 keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al Wali dikatakan dari keturunan
Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq R.A. Di dalam ilmu peperangan pula, Baginda
diajar tentang tektik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentera.
 
Di dalam bidang akademik pula, baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya
yang fasih bertutur dalam 7 bahasa iaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki,
Parsi dan Hebrew. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketenteraan, sains, matematik.

Di dalam bidang Ilmu politik pula, ayahandanya, Sultan Murad II, ketika memencilkan diri
di Pulau Magnesia, telah melantik Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jawatan
Khalifah. Ia bertujuan untuk mendidik bagina dalam usia yang sebitu muda. Walaupun
begitu baginda telah matang menangani tipu helah musuh.
KEPERIBADIAN
Muhammad al-Fatih merupakan seorang sultan yang mementingkan kekuatan dalaman
dan luaran para tenteranya. Baginda seorang pemimpin yang hebat, warak dan tawaduk
selepas Sultan Salahuddin Al-Ayubbi (pahlawan Islam dalam Perang Salib) dan Sultan
Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di Ain Jalut
menentang tentera Mongol). Malah sifat-sifat baginda dan tenteranya telah
 diisyaratkan oleh Rasulullah S.A.W dalam hadis.
Baginda sentiasa bersifat tawaduk dan rendah diri. Semasa membina
Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan serbannya, mengangkat
batu dan pasir hingga ulamak-ulamak dan menteri-menteri terpaksa ikut sama bekerja
Baginda seorang yang sentiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat
 menyimpan rahsia pemerintahan. Baginda sangat cintakan ulamak dan selalu
berbincang dengan mereka tentang permasalahan negara.
PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN CONSTANTINOPLE
Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji pelan Kota
Costantinople setiap malam bagi mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda
juga mengkaji sebab-sebab kegagalan kempen-kempen terdahulu serta berbincang
dengan panglima-panglima perangnya tentang tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.
Baginda mengarahkan dibina peralatan perang termoden seperti meriam besar yang
 boleh menembak bom seberat 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari dibina
di tebing sebelah Eropah, lebih kurang 5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat
Bosphorus adalah yang paling sempit.
Selat Bosphorus dari Satelit
Benteng Rumali Hisari
Peta di dalam benteng Rumali Hisari
Bosphorus adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bahagian Eropah dan bahagian
Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selat ini sepanjang 30 kilometer,
 dan lebar maksimum 3.7 kilometer pada bagian utara, dan minimum 750 meter
antara Anadoluhisar? dan Rumelihisar?. Kedalamannya antara 36 hingga 124 meter.
Ia dibina bertentangan dengan Benteng Anadolu Hisar di tebing sebelah Asia yang telah
dibina oleh Sultan Bayazid Yildirim dahulu. Benteng ini mengawal rapi kapal-kapal yang
melintasi Selat Bosphorus. Perjanjian damai dibuat dengan pihak Wallachia, Serbia dan
Hungary untuk memencilkan Constantinople apabila diserang nanti.
Baginda membawa bersama para ulamak dan pakar motivasi ke medan perang bagi
membakar semangat jihad tenteranya. Sebaik sahaja menghampiri dinding kubu
Kota Constantinople, Baginda mengarahkan dilaungkan Azan dan solat berjemaah.
Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang
pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.
MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS CONSTANTINOPLE
Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantar utusan kepada
Raja Byzantin meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan
kota tersebut dikepung. Pada 19 April 1453, serangan dimulakan. Kota tersebut
hujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rosak tetapi dinding
 tengahnya masih teguh.
MENARA BERGERAK
Seterusnya Baginda mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi
dari dinding kubu Byzantine dan memuatkan ratusan tentera. Tentera Byzantin
berjaya memusnahkan menara tersebut setelah ianya menembusi dinding tengah kubu mereka.
BANTUAN DARI POPE VATICAN
Pope di Rome menghantar bantuan 5 buah armada yang dipenuhi dengan senjata
dan tentera. Perairan Teluk Golden Horn direntang dengan rantai besi untuk
menghalang kemaraan armada Uthmaniyah. Ini menaikkan semula semangat tentera Byzantin.
Rantai direntang sepanjang Teluk Golden Horn
Rantai yang digunakan oleh tentera Byzantin untuk menghalang armada al-Fateh
PERANG DARI PUNCAK GUNUNG
Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan kehadiran
72 buah kapal perang Uthmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil
kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian
diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Tektik ini diakui sebagai antara
tektik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan
Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya membedil dinding pertahanan belakang kota.
Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar kerana bedilan meriam Uthmaniyah.
Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada
malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan
mereka kepada Hadis Rasulullah saw dan bersama-sama berdoa kepada Allah swt.
MEMANJAT DAN MELASTIK DINDING
Keesokan paginya tentera Uthmaniyah cuba memanjat dinding dalam kubu dengan
tangga dan cuba merobohkannya dengan lastik besar. Tentangan sengit pihak Byzantin
menyebabkan ramai yang syahid. Baginda memerintahkan tenteranya berundur dan
 bedilan meriam diteruskan sehingga tengahari.
KARISMA SEORANG PEMIMPIN
Pengepungan selama 53 hari tanpa sebarang tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa
bosan dan menghilangkan keyakinan tentera Baginda. Pada saat yang genting ini
Baginda berucap menaikkan semangat tenteranya, “Wahai tenteraku, aku bersedia untuk
mati di jalan Allah. Sesiapa yang mahu syahid ikutlah aku!”.
Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentera Baginda mengetuai sekumpulan
kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas memacak
 bendera Islam di situ. Mereka kesemuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah
musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembusi barisan
pertahanan Byzantin sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.
PENAWANAN CONTANTINOPLE
Pada 20 Jumadil Awwal 857 / 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan
Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan) . Gereja Besar
St Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawaduknya melumurkan
tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi
gelaran “Al Fatih” iaitu yang menang kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.
SEBAIK-BAIK RAJA DAN SEBAIK-BAIK TENTERA
Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak
menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tenteranya termasuk dirinya bangun
 lantas bertanya, “Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan
solat fardhu walau sekali sila duduk!”. Tiada seorang pun yang duduk, kerana tidak
seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu.
Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah
meninggalkan solat sunat rawatib sila duduk!”. Sebahagian daripada tenteranya duduk.
Kemudian Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini
pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!”. Kali ini semuanya
duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri. Baginda tidak pernah meninggalkan solat
fardhu, Solat Sunat Rawatib dan Solat Tahajjud sejak baligh. Inilah dia anak didikan Syeikh
Shamsuddin Al Wali. Bagindalah sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah
SAW di dalam hadisnya itu.
INGATAN
Memikirkan tentang kehebatan al-Fateh dan tenteranya... suatu ketika, dalam perjalanan
menuju ke Constantinople, tentera al-Fateh melalui sebuah kebun anggur yang besar dan
buahnya sedang masak ranum. Namun, sebelum melalui kebun tersebut, al-Fateh telah
mengingatkan tenteranya supaya jangan diambil anggur itu walaupun sebiji.
Perjalanan diteruskan hingga sampai di suatu tempat, mereka berehat. Setelah didirikan
khemah dan berehat, pembantu al-Fateh keluar dari khemah dengan wajah yang sugul dan
memanggil semua tentera berkumpul. Para tentera diberitahu bahawa al-Fateh telah jatuh
 sakit. Setelah diteliti oleh tabib, ubat yang diperlukan adalah sebiji anggur. Maka dia
bertanya kepada seluruh tentera, siapa yang mempunyai buah anggur, kerana jika tidak,
 mungkin al-Fateh akan terus sakit dan mati. Malangnya, tiada seorang pun tenteranya
mempunyai buah anggur. Lalu tahulah al-Fateh, bahawa tenteranya bukan sahaja kuat
dari segi fizikal, malah rohani mereka juga. Benarlah, tidak seorang pun dari tenteranya
yang mengingkari perintahnya. Maka keluarlah al-Fateh dr khemah, dan memuji
tenteranya dan menerangkan kepda mereka maksud sebenar.
Mampukah tentera kita menyaingi kehebatan tentera Islam di zaman al-Fateh

Friday, 5 October 2012

ketenangan dalam bekerja


Ketenangan Dalam Bekerja


Kerja dalam Islam adalah amal perbuatan sama ada baik atau buruk berdasarkan kepada terma dan syarat. Maksudnya seseorang yang bekerja sedang melakukan amal sama ada baik atau sebaliknya dalam kehidupan seharian.
Islam mengiktiraf sesebuah pekerjaan yang tidak bertentangan dengan Islam sebagai Ibadah. Ibadah dalam Islam sangat luas. Ia meliputi ibadah yang wajib, sunat dan umum. Maka dalam konteks pekerjaan adalah dikira sebagai ibadah umum. Ibadah umum adalah pekerjaan yang dilakukan untuk keduniaan tetapi mendapat ganjaran pahala dari Allah (s.w.t.) seperti berniaga, membuat jalan raya, menanam padi dan sebagainya.
Namun begitu, ibadah umum adalah ibadah secara tidak langsung kepada Allah (s.w.t.) yang mempunyai beberapa syarat. Antaranya semasa bekerja seseorang tidak meninggalkan sesuatu yang wajib seperti solat, puasa dan mengeluarkan zakat. Selain itu, bekerja akan dikira ibadah sekiranya pekerjaan yang dilakukan adalah kerana mengharapkan keredhaan Allah (s.w.t.) dan bukan kerana selainnya.
Justeru, ramai manusia yang bekerja dengan penuh kesungguhan, tetapi tidak mendapat ketenangan. Bahkan terdapat pula para pekerja yang gelisah, bosan dan tidak ada jati diri ketika bekerja. Terdapat juga para pekerja yang memikirkan bila boleh naik pangkat, bila akan dapat bonus dan selalu mencari alasan untuk tidak melakukan kerja dengan bermutu.
Seharusnya para pekerja yang hebat adalah mereka yang sentiasa taat kepada Allah (s.w.t.) iaitu mengikut apa-apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa juga larangan-Nya, cintakan kepada Nabi (s.a.w.) lebih dari keluarga, anak dan manusia seluruhnya, hendaklah bekerja di posisi masing-masing dan yakin akan hari akhirat. Sekirnya keempat-empat perkara ini dihayati dengan sepenuh jiwa, pasti para pekerja akan melakukan pekerjaan dengan penuh iltizam, mantap dan ceria. Sebab semuanya akan diaudit oleh Allah (s.w.t.) di akhirat kelak.
Maka seseorang yang mempunyai keempat-empat fomula ini, insyaAllah akan mendapat ketenangan dalam bekerja. Kerana pekerjaan adalah Ibadah yang mendatangkan pahala sekiranya dihayati dengan sepenuh hati dan jiwa dalam lapangan pekerjaan. Semoga warga KPTM Bangi bekerja dengan ikhlas, bukan bekerja kerana bos, tetapi bekerja kerana tuntutan agama iaitu kerana Allah (s.w.t.). Maka besempena awal hijrah 1433 dan tahun baru 2012 ini marilah sama-sama berubah menjadi pekerja yang berilmu, beriman dan beramal soleh. Seterusnya menjadi pekerja yang ceria dan memahami tanggungjawab sebagai pekerja. Wallahu a'lam.

Ustaz Elmi Baharuddin
Pensyarah Pengajian Islam, KPTM Bangi

telah diterbitkan dalam buletin WARNA KPTM BANGI

Thursday, 27 September 2012

gambaran sebenar


kenikmatan dunia...


gambar Makkah al-Mukarramah 2012


kenali syeikh anda?


selalu mita kepada Allah swt agar khusuk dalam solat

Wednesday, 26 September 2012

perjalanan menuju pencerahan

oleh: Abu mardhiyyah

Manusia berlari menuju destinasi
Membawa impian seribu sangsi
Membina kejayaan bersulam diri
Demi melihat kejayaan kian terpatri

Bila bebas merdeka diri sendiri
Tidak bergantung sesiapa mencari
Membina kekuatan pencerahan abadi
Dengan berpaksikan al-Quran suci

al-Sunnah Nabi pegangan abadi
Baru pencerahan semakin menjadi
Menuju puncak kejayaan hakiki
Bergaul dengan ulama yang disegani

Sebagai pemangkin dalam diri
Bekalan amalan dalam hati
Sentiasa tawadhuk untuk mencari
Iman sejati tidak menyendiri

Hidup berjamaah nasihat menasihati
Untuk Allah, Rasul, orang Islami
Baru hidup berkat menerangi
Pencerahan hakiki perjalanan ini